Kamis, 10 November 2011

kasih sayang seorang IBU ! :)


Sebuah perjalanan hidup singkat untuk kita renungkan sudah seberapa besar kasih kita kepada ibu tercinta yang memberi kasih sayang selama hidupnya kepada kita...

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?".
Sebagai balasannya, kau jawab, "Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan, "Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, "Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya, "Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab, "Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang.
Dan tiba- tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI dan JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Telur Colombus :)

Sepulang Columbus dari perjalanannya yang fenomenal "menemukan" benua Amerika, berbagai penghargaan dan penghormatan datang melimpahinya. Namanya tenar dan perjalanannya menjadi pembicaraan di mana-mana. Walaupun banyak orang yang mengakui pekerjaannya sebagai sebuah prestasi, ternyata tidak semua orang dapat mengapresiasi dan menerima penghargaan yang diberikan atas kepeloporan Columbus. Apapun motif yang ada di benaknya, mereka senantiasa mencela Columbus.

"Ah, kalau cuma melakukan perjalanan seperti itu aku juga bisa, cuma aku saja yang nggak mau," kata mereka.
Mendengar kata-kata miring yang ditujukan kepadanya, Columbus mendatangi mereka sambil membawa sebutir telur. Katanya, "Kalau kamu memang bisa melakukan seperti yang aku lakukan, sekarang tolong kamu buat supaya telur ini dapat berdiri tegak pada ujungnya."
Mendapat tantangan Columbus, orang-orang itu satu persatu mencoba memberdirikan telur itu. Semua mencoba dan semua gagal karena telur itu selalu terguling setiap dicoba untuk diletakkan pada posisi berdiri. Setelah berulang-ulang mencoba dan gagal, akhirnya mereka menyerah.

"Kalau kalian menyerah, maka aku akan tunjukkan kepada kalian bagaimana membuat telur itu dapat berdiri di meja, " kata Columbus. Maka diambilnya telur itu, lalu diletakkannya dengan keras di meja sehingga bagian bawahnya retak. Dan telur itupun dapat berdiri di atas meja.
Melihat telur dapat berdiri di meja tapi dilakukan dengan cara seperti itu, orang-orang kemudian protes. "Kalau caranya seperti itu, kami semua juga dapat membuat telur itu berdiri di atas meja."
"Kalau kamu dapat melakukan seperti yang aku lakukan, mengapa kamu tidak melakukannya sejak tadi..?"
***


Kalau tidak berhati-hati menjalani keseharian, kita bisa jatuh pada sikap seperti orang-orang yang mencela Columbus; meremehkan sebuah prestasi hanya karena menganggap diri kita bisa melakukan hal yang sama. Yang kadang kita lupa dan sering abaikan, "merasa bisa" dan "terbukti bisa" adalah dua hal yang berbeda.
Padahal, memuji dan menghargai dengan tulus kepeloporan orang lain justru menunjukkan kerendahan hati dan ketinggian kualitas pribadi seseorang.

Pilihan, memang sulit untuk di pilih !

Kali ini aku memposting sebuah artikel yang menurutku cukup bagust, postingan ini barangkali sudah ada yang membacanya, tapi sekedar berbagi rasa :) aku posting disini.

Berikut isinya :



Disaat menuju jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/mahasiswinya:
"Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar."
Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis.


DOSEN: "Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis".


Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh mahasiswi tersebut.
Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain.


DOSEN: "Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting !
Mahasiswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya.


DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Kemudian mahasiswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi.


DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Mahasiswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya.
Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tuanya suaminya dan nama anaknya.
Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua Mahasiswa/mahasiswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para mahasiswa/mahasiswi) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh mahasiswi itu.


Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan dengan berkata, "Silahkan coret satu lagi!"
Dengan pelahan-lahan mahasiswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya.


DOSEN: "Silahkan coret satu lagi!"
Hatinya menjadi bingung.
Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. Lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih.


Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya, "Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu?
Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami sebagai orang yang
paling sulit untuk dipisahkan ?
Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya.
Setelah agak tenang kemudian pelahan-lahan ia berkata, "Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami saya."


Note :
Terkadang dalam hidup ini kita sering di hadapkan akan pilihan sulit.
Dan kita harus melalui semua itu dengan hati yang lapang.


Seandainya jika pertanyaan itu di ajukan kepada Anda, apa jawaban Anda dan siapa yang Anda pilih? Suami/istri, orangtua, anak, atau...?

Miskin dan Kaya

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.
Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya,
"Bagaimana perjalanan tadi?"
"Sungguh luar biasa, Pa."
"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah.
"Iya, Pa," jawabnya.
"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, "Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka.
Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."


Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Ketika semua diatasnamakan C.I.N.T.A :)


Cinta adalah sebentuk nikmat agung yang Allah karuniakan kepada manusia. Dengan anugerah cinta itulah manusia jadi lebih bermakna. Dengan anugerah cinta pula, setiap rintangan untuk bertemu sang kekasih akan dihadapi dengan lapang dada, bahkan senyuman yang mengembang.

Cinta itu tidak statis, cinta itu dinamis, penuh vitalitas dan energi yang mampu membangkitkan kekuatan-kekuatan tersembunyi dalam diri sampai akhirnya dahaga cinta itu terpuaskan.
Sekali lagi, cinta menimbulkan serangkaian konsekuensi. Ketika seseorang telah menyatakan cinta dan berkomitmen dengan cinta, maka segala tingkah lakunya akan berjalan di jalur cinta tersebut. Bukankah seorang pecinta akan berusaha untuk menghadirkan kesamaan dengan yang dicintainya, sehingga yang dicintai itu menjadi ridha kepada-Nya?

Lalu apakah cinta itu ? Imam Ibnu Qayyim Al- Jauziyyah mengatakan, "Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri. Membatasinya hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka, batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri". Walau demikian, sesuatu yang sulit dimaknai bukan berarti tidak bisa dimaknai.
Diantara makna cinta adalah kecenderungan hati untuk lebih mengutamakan yang dicintai daripada diri dan harta sendiri.
Sedangkan dari sudut pandang Erich Fromm, seorang psikolog kenamaan berkebangsaan Jerman. Dalam bukunya The Art of Love, ia menyebutkan empat unsur yang hadir dalam cinta, yaitu :

1. Care (Perhatian)Cinta harus melahirkan perhatian pada obyek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapinya, akan berusaha meringankan bebannya, dan memberikan perhatian yang tinggi atas semua gerak-geriknya.

2. Responsibility (Tanggung Jawab)Cinta harus melahirkan sikap bertanggung jawab terhadap obyek yang dicintainya.
Suami yang mencintai istrinya, akan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Ia pun akan bertanggung jawab dan mendedikasikan segenap potensi dirinya untuk ‘membahagiakan’ obyek yang dicintainya.

3. Respect (Hormat)Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya obyek yang dicintai dan selalu berikhtiyar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect

4. Knowledge (Pengetahuan)Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk-beluk obyek yang dicintai.
Ketika kita mencintai seseorang yang akan menjadi teman hidup, kita akan berusaha memahami kepribadian, latar belakang, minat dan kualitas keimanannya.
Empat komponen cinta inilah yang senantiasa terpatri di hati para sahabat. Dan efek yang ditimbulkannya begitu dahsyat.

ubah diri kita dulu ya ! haha.

Ada sebuah cerita yang inspiratif, yang bisa menjadikan hidup kita lebih bermakna. silahkan menyimak….Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan.

Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!

Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, “Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?”

“Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?” tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.

“Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya,” si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.

Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.

Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.

Formasi V (5)

Pernah perhatikan angsa di daerah bermusim empat yang selalu terbang ke selatan ketika musim dingin? Mereka menggunakan formasi V. Ada angsa yang terbang paling depan dan di belakang angsa itu ada dua angsa dan di belakang masing-masing dari dua angsa tersebut ada satu ekor angsa dan terus sampai ke belakang. Biasanya jumlah angsa tersebut sampai 11 ekor dan membentuk huruf V.
Mengapa demikian? Kepak sayap dari angsa yang di depan akan mengelevasi angsa yang di belakangnya. Begitu juga dengan angsa di baris kedua, walaupun mengepakkan sayap dengan tenaga yang lebih ringan tetap saja akan dapat mengelevasi angsa di baris berikutnya. Ini mengakibatkan angsa yang paling belakang sama sekali tidak perlu mengepakkan sayap. Dia hanya perlu merentangkan sayap selebar mungkin untuk mendapatkan daya elevasi dan sayapnya yang aerodinamis tadi akan tetap membuatnya terbang.
Itu berarti semakin ke belakang maka akan semakin ringan beban untuk terbang. Ketika angsa terdepan mulai mengalami kelelahan maka dia akan menurunkan ketinggian terbangnya sehingga formasi itu melewatinya. Ketika itu pula salah satu dari dua angsa yang di belakangnya akan terbang lebih cepat untuk menjadi angsa terdepan. Barisan itu pun akan maju sehingga angsa yang terbang rendah tadi dapat masuk menjadi angsa paling belakang dari barisan itu.

Dengan demikian mereka dapat terbang cukup lama tanpa harus beristirahat. Mungkin ketika malam sudah terlalu larut saja mereka akan beristirahat untuk mengumpulkan tenaga yang akan mereka gunakan esok hari.
Pernahkah Anda menyadari bagaimana bila mereka terbang sendiri? Mungkin mereka akan terlalu lama berada di wilayah yang empat musim dan ketika salju mulai turun mereka belum sampai di selatan. Atau bahkan mereka sudah mati kelelahan karena tidak ada yang membantu.
Begitu pula dengan bisnis. Ketika seseorang hanya berbisnis sendiri maka dia harus berusaha sendiri. Mulai dari pembiayaan, pencarian sumber daya, pengolahan hingga pendistribusian dilakukan sendiri. Anda pasti akan kelelahan.
Belum lagi bila bisnis yang Anda masuki adalah bisnis yang diminati oleh banyak orang karena menghasilkan margin laba yang cukup tinggi. Anda akan benar-benar kelelahan, karena Anda juga harus sendirian berhadapan dengan kompetitor.
Seorang teman saya berbisnis garmen di Meulaboh. Sekedar informasi kepada Anda yang mungkin belum tahu, Meulaboh berada di pantai barat pulau Sumatra dan berada di wilayah Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang paling parah ketika ada bencana tsunami.
Tentu saja hal itu juga terjadi pada teman saya. Bukan hanya tokonya tetapi juga seluruh barang dagang yang ada juga habis dilanda tsunami. Dengan nilai persediaan hampir satu miliar rupiah habis. Memang tidak semua dari barang tersebut yang dia beli putus, tetapi tetap saja berarti dia berutang senilai tersebut tetapi tidak ada barang yang dapat dijual untuk membayar utang itu.
Mari kita lewatkan kesedihan ketika dia belum menemukan anggota keluarganya yang hilang. Mari kita bicara bisnis saja. Bagaimana cara membayar utang?
Ternyata seluruh pemasok barang dagangan tadi ketika dihubungi malah menyemangati teman saya itu. Mereka bilang, jangan patah, coba saja lagi usahakan lokasi toko yang baru, andai masih ingin buka toko di sana, juga silakan. Mereka bahkan bersedia mengirimkan barang senilai yang diinginkan teman saya itu.
Mulailah dia berusaha kembali dari nol, dari modal pinjaman yang sekarang sudah jauh melampaui nilai satu miliar rupiah. Memang teman-temannya tidak memberi penghapusan piutang, tetapi memberikan tambahan barang dagangan.
Apa yang terjadi kemudian? Setelah satu tahun lebih dia mulai kembali berusaha, maka seluruh utangnya yang lenyap dibantai tsunami sudah terbayar semua. Begitu pula utang yang timbul sejak dia mulai usaha lagi, pascatsunami pun telah terbayar. Kehidupan sudah normal lagi.
Sudah baca tulisan berjudul “Instrumen Orang Kaya” yang dimuat di Pembelajar.com dan di buku bisnis Kacamata Kuda? Saya ada bicara tentang bagaimana bila Anda merasa bahwa pasar sudah mulai terbatas dan terlihat mulai jenuh. Saya memberi saran agar membuat pasar, lengkapnya Anda baca saja dari tulisan tersebut.
Hal yang saya maksud di tulisan itu terbukti dengan pengalaman teman saya tadi. Karena teman-teman yang memiliki produk tetap mendukung dengan terus mengirimkan produk walaupun berarti utangnya bertambah, mereka tetap tenang. Karena mereka percaya bahwa dalam waktu dekat teman saya itu akan terus berusaha sampai mampu membayar semua utang dan dapat berdiri sendiri.
Tidakkah Anda belajar dari angsa? Tidakkah Anda belajar dari Purdi E Chandra dengan rumus MODOL-nya? Purdi menyatakan bahwa bisnis akan lebih mudah bila dengan MOdal Dari Orang Lain. Ketika Anda punya kemampuan berbisnis tetapi tidak memiliki modal untuk memulai usaha, maka MODOL.
Tetapi bagaimana bisa MODOL bila Anda tidak mempunyai kenalan? Itu berarti modal paling besar bagi Anda adalah kenalan, dan bangunlah networking.

.dua POLA pikir.

Pikiran mempunyai pola. Dan pola itu menentukan pemaknaan kita terhadap situasi hidup, bahkan kemudian juga memandu respons kita akan segala peristiwa yang hadir dalam hidup. Lalu sebagian orang menjadi optimis, sebagian lagi menjadi pesimis. Sebagian orang menikmati sukses, sebagian lagi terus berkutat dengan kiat-kiat meraih sukses. Sebagian orang menjadi intelektual, sebagian lagi miskin pengetahuan. Sebagian menjadi orang-orang paling kaya, sebagian lagi sibuk dengan upah minimum regional. Sebagian orang berbadan subur, sebagian lagi kurus kering. Sebagian orang merasa rendah diri, sebagian lagi nampak sangat percaya diri. Sebagian orang pandai berkomunikasi, sebagian lagi gagap mengelola informasi. Sebagian orang jadi pengusaha, sebagian lagi menjadi pegawai. Dan mengapa semua perbedaan itu ada? Salah satu jawabannya adalah karena perbedaan pola pikir. Ada variasi pola pikir dalam masyarakat. Setiap pola pikir menggerakkan perilaku tertentu. Sementara setiap perilaku memberikan konsekuensi tertentu.

Disini kita diingatkan, tiap orang bebas memikirkan hal yang mau dipikirkannya. Namun ia terikat kepada konsekuensi yang dimunculkan dari pikiran tersebut. Setiap orang bebas memilih perilaku atau tindakan yang akan diambilnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun ia terikat pada konsekuensi yang diakibatkan oleh perilaku yang telah dipilihnya secara bebas itu. Jadi kita bebas memilih, sekaligus terikat konsekuensi. Luar biasa.

Sekarang, mari kita bertanya dari mana pola pikir itu kita peroleh? Apakah ia telah ada begitu saja ketika kita dilahirkan? Apakah ia merupakan sesuatu yang diwariskan oleh orangtua kita? Atau kita sendirikah yang membentuknya? Bagaimana pengaruh lingkungan hidup sekitar? Mungkinkah seseorang memiliki pola pikir yang berbeda dengan pola pikir dominan yang ada di lingkungan dimana ia dibesarkan? Mungkin sebuah negeri yang penuh dengan koruptor, melahirkan orang-orang yang anti-korupsi? Mungkinkah sebuah kaum yang didominasi orang-orang tercela, melahirkan orang-orang suci? Bisakah di kalangan bandit muncul ulama atau pendeta? Dan di kalangan santri atau rohaniawan, muncul penjahat-penjahat tak bermoral? Dapatkah anak pengusaha menjadi pegawai, dan anak pegawai menjadi pengusaha? Bagaimana bisa? Mengapa tidak bisa?

Seorang kawan menggurui saya dengan mengatakan bahwa pola pikir dibentuk lewat proses pengasuhan. Sampai usia 3 tahun pertama, seorang anak manusia boleh dikatakan ”menelan” semua perlakuan yang diterimanya, dan menyimpannya dalam memori otak. Lalu 5 tahun berikutnya ia juga masih lahap menelan sebagian besar (tidak semua) hal yang masuk melalui panca indranya. Dan sampai diusia sekitar 13 tahun barulah terbentuk semacam filter dalam pikirannya. Dengan filter itu ia menyaring segala peristiwa yang masuk ke dalam pikirannya. Dengan filter itu juga ia memberi makna pada setiap peristiwa yang dialami oleh inderanya (visual-auditori-kinestetik-gustatori-olfactori). Ia mulai bisa berpikir untuk memilih dan memilah-milah secara sadar. Dengan kata lain, pola pikir dibentuk lewat proses pembelajaran untuk tumbuh dan berkembang menjadi manusia utuh.

Masalahnya, pola pikir ini kemudian menghadapkan setiap orang kepada pilihan untuk mempercayai apakah kemampuan seseorang itu bersifat tetap dan permanen (setelah usia tertentu) atau selalu tumbuh dan berkembang (sampai usia berapapun). Jika pola pikir bersifat tetap, maka yang diperlukan hanyalah pembuktian diri. Namun, jika pola pikir itu sendiri dapat terus dikembangkan melalui proses pembelajaran, maka tidak jelas batas kemampuan (atau kecerdasan) seorang anak manusia sepanjang ia masih terus belajar mengembangkan dirinya.

Konsekuensi bahwa pola pikir tetap versus pola pikir berkembang mengingatkan kita akan perseteruan pandangan mengenai apakah kecerdasan bersifat tetap atau berkembang dengan pengalaman dan perlakuan. Apakah kecerdasan bersifat genetis atau karena pengkondisian lingkungan. Orang cerdas itu karena bawaan (nature) atau hasil binaan (nurture). Orang cerdas karena bakatnya atau karena usahanya yang terus menerus.

Kita bersyukur bahwa dewasa ini perseteruan pandangan seperti di atas sudah dapat kita sikapi secara lebih baik. Kita, misalnya, dapat mengutip pernyataan ilmuwan ahli saraf terkemuka Gilbert Gottlieb, bahwa sebenarnya gen atau bakat dan lingkungan tidak saja bekerja sama seiring dengan perkembangan kita, tetapi gen atau bakat juga membutuhkan masukan dari lingkungan untuk dapat bekerja secara tepat. Kita juga dapat mengingat kembali pernyataan Alfred Binet—sang pencipta tes IQ yang terkenal itu—bahwa orang yang pada awalnya paling cerdas tidak selalu menjadi yang paling cerdas pada akhirnya. ”Dengan praktik, pelatihan, dan yang terpenting, metode yang tepat, kita dapat meningkatkan perhatian, memori kita, penilaian kita, dan, tentu saja, menjadi lebih cerdas dari sebeumnya,” kata Binet dalam Modern Ideas About Children.

Disamping Gottlieb dan Binet, nama Robert Sternberg juga perlu disebut. Guru kecerdasan mutakhir yang satu ini pernah menulis bahwa faktor terpenting yang menentukan seseorang mencapai keahlian/kompetensi tertentu ”bukanlah kemampuan yang sudah melekat sebelumnya, tetapi pergulatan dengan maksud yang jelas”. Maksud yang jelas, visi dan pandangan jangka panjang yang kuat, motivasi yang kokoh, persistensi dan determinasi bulat, dalam banyak kasus memang mengubah manusia dari kondisi ”tidak bisa” menjadi ”bisa”; dari kondisi ”tidak mampu” menjadi ”berkemampuan”; dari kondisi ”biasa” menjadi ”luar biasa”.

Melalui paparan sederhana di atas, saya mencoba mengingatkan pembaca bahwa ada dua pilihan fundamental dalam soal pola pikir: tetap (fixed) atau berkembang (growth). Dan pola pikir mana yang Anda terima (adopsi) untuk diri Anda sangatlah mempengaruhi cara Anda mengarahkan kehidupan. Anda bebas memilih, tetapi Anda terikat konsekuensi dari pilihan tersebut. Pola pikir. Pikiran mempunyai pola. Sungguh luar biasa!

banyaknya kekuatan manusia.

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.

Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;

Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.


Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.


Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.


Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, "Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan," kata Hellen Keller.

Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, "Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh."



Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, "Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang."


Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. "Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari." Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

The Power Within YOU ! :)

Pada sebuah festival kesenian seorang penjual balon melepaskan satu balon warna hijau ke udara, dan beberapa saat kemudian dia melepaskan satu buah balon lagi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian pengunjung festival.
Kemudian seorang anak berumur 6 tahun menghampiri penjual balon tersebut, dan bertanya "Kalau balon berwarna merah dilepaskan apakah bisa terbang ke udara juga ?"
Kemudian si penjual balon berkata "Yang membuat balon tersebut terbang ke udara bukan karena warnanya. Tidak peduli mau warna merah, hitam, biru, atau warna lainnya semuanya tetap bisa terbang. Karena yang membuatnya bisa terbang ke udara adalah gas yang terdapat dalam balon tersebut”.
Cerita yang begitu luar biasa ini saya kutip dari buku international best seller karangan Shiv Kera berjudul You Can Win. Pada dasarnya balon dalam cerita tersebut sama seperti manusia. Manusia dapat berhasil mencapai puncak kesuksesan karena kekuatan yang dimiliki dari dalam dirinya sendiri.

P.O.W.E.R atau Kekuatan seperti apa yang mampu membuat seseorang lebih berhasil dari sebelumnya ?

P = Positive
Apapun yang Anda pikirkan, Anda katakan, Anda perbuat lakukanlah dengan positif. Berawal dari pikiran atau mind-set kita. Jika Anda mau menanam dan memelihara mind-set yang negatif, konsekuensinya apa yang dihasilkan dari pikirkan tersebut tidak akan positif.

O = Optimist
Melihat kondisi sulit, mendengar komentar negatif orang lain terhadap kita, mengalami kegagalan terus menerus umumnya membuat kita menjadi down dan pesimis. Manusiawi sekali memang, tapi mau sampai kapan jadi pesimis ?, Seumur hidup ? Saya lebih memilih bangkit dan coba lagi. Gagal dan mengalami penolakan sudah biasa, tapi yang luar biasa adalah keyakinan dalam diri setiap orang.

W = Willingness
Yakin saja tidak cukup, seseorang memang harus ada kemauan dan action untuk mewujudkannya. Kalau ditanya mau berhasil ?, pasti semua mau berhasil. Tapi kata orang bijak will is not enough, you have to do. Kalau memang sudah tidak ada kemauan berhasil, ini perkara sudah repot. Orang tersebut harus menolong dirinya sendiri

E = Enthusiasm
Manusia kalau tidak punya antusiasme sama seperti mobil kehabisan bensin. Sebagus dan semahal apapun mobilnya kalau tidak ada bensin percuma saja. Sama seperti kita kalau punya impian yang luar biasa, mind-set yang positif, tapi ketika mulai action tidak punya antusiasme maka semuanya sia-sia.

R = Refill
Batu baterai saja ada waktunya habis, apalagi dengan kekuatan dalam diri kita. Adalakalanya kita memasuki masa sulit, sehingga kekuatan dalam diri kita semakin melemah. Apa yang harus kita lakukan ? Isi ulang (refill) kekuatan Anda. 



Dengan apa ?
Isi dengan sesuatu yang mampu meningkatkan power Anda kembali. Baca buku, fokus pada achievement pada masa lalu, bangkitkan kembali potensi, masukkan informasi yang positif ke telinga Anda.
Jadi jangan khawatirkan latar belakang Anda, apapun pendidikan Anda baik itu lulusan lokal maupun lulusan impor, pesona fisik Anda cantik atau kurang cantik....karena bukan itu semua yang menentukan seberapa tingginya Anda akan mencapai kesuksesan tapi lebih kepada POWER yang ada dalam diri Anda.

Tidak Mau Mengalah.

Seorang anak lelaki disuruh ayahnya pergi ke kota untuk membeli tepung roti.
Anak lelaki itu segera berangkat berjalan kaki. Jarak antara desa tempat
tinggalnya dan kota cukup jauh juga. Di perjalanan ia harus melewati sebuah
jembatan kecil.
Kini ia tiba di ujung jembatan kecil itu. Di seberang jalan ia melihat
seorang anak lelaki lain yang berjalan ke arahnya. Mereka berdua sama-sama
berjalan di jalur yang sama. Hingga tepat di tengah-tengah jembatan itu
mereka saling berhadap-hadapan. Keduanya berhenti dan berpandangan. Anak
lelaki itu berpikir, "Wah, kurang ajar sekali anak ini. Dia tidak mau
mengalah dan memberikan jalan padaku."
Di saat yang sama, anak lelaki lain itu berpikiran hal yang sama,
"Seharusnya dia yang mengalah dan memberikan jalan padaku."


Lama keduanya saling berdiri di tengah jembatan tanpa ada satu pun yang mau
mengalah dan memberikan jalan. Keduanya sama-sama berpikir bahwa "Aku harus
berteguh hati dan kuat pendirian." Keduanya saling berpandangan tanpa ada
satupun yang berbicara atau bergerak.
Siang pun tiba. Di rumah, ayah dari anak lelaki yang hendak pergi ke kota
itu mulai cemas memikirkan mengapa anaknya belum juga kembali. Sang ayah
lalu bergegas menyusul anaknya ke kota. Hingga akhirnya ia sampai di
jembatan dan melihat ke dua anak lelaki itu saling berdiam dan
berhadap-hadapan. Sang ayah berteriak pada anak lelakinya, "Wahai anakku,
mengapa engkau berdiri di situ?"
Anak lelakinya menjawab, "Anak lelaki ini menghalangi jalanku. Ia sama
sekali tidak mau mengalah. Bagaimana aku bisa berjalan jika ia menutup
jalanku?"
Sang ayah mulai kesal. Ia lalu berkata pada anaknya, "Sudahlah anakku,
sebaiknya kau minggir dan segera pergi ke kota untuk membeli tepung. Biar
ayahmu ini yang berdiri di sini menggantikanmu dan tidak memberikan jalan
pada anak lelaki yang tidak tahu diri ini!"
Teguh hati memang boleh. Sesekali mengalah demi tercapainya
tujuan bukanlah hal yang tercela. Tetapi bukan berarti lalu kita harus
menjadi tembok bagi tercapainya tujuan orang lain bukan?

The Emotionally Intelligent Leader

“Tiada instink yang lebih tajam daripada hati kita”

Suatu hari, seorang pemimpin sedang merayakan ulang tahun. Dengan susah payah, semua bawahannya telah mengumpulkan uang dan menunggu momen berharga ini untuk memberikan 'kejutan' berupa pesta ulang tahun di kantor mereka. Pagi itu, saat si pemimpin itu tiba, ulang tahun pun dilakukan. Semua karyawan hadir. Pesta kecil-kecilan pun berlangsung. Namun, si pemimpin itu mukanya datar-datar saja dan setelah setengah jam lebih, setelah nyanyian ulang tahun dan tiupan lilin, si pemimpin itu berkata dengan dinginnya, "Udah ya. Saya tidak ingin kalian berlama-lama dengan kegaiatan seperti ini di pagi hari. Kalian mesti segera kembali ke tempat kerja!"

Begitu juga, di lain kesempatan, ada seorang pemimpin yang anak buahnya baru saja kehilangan orang tuanya. Akibatnya, si anak buah tersebut harus pulang ke kampungnya untuk beberapa hari. Di hari yang kedua sejak kepulangannya, si anak buah ini mendapatkan SMS dari atasannya yang bunyinya, "Tolong jika semua urusan sudah selesai, segera kembali masuk kantor karena banyak tugasmu yang terbengkalai"

Pembaca, itulah berbagai pengalaman nyata yang dialami oleh beberapa anak buah dengan atasannya yang kurang cerdas emosinya. Mereka-mereka adalah para leader yang naik ke posisinya karena kemampuan teknisnya yang bagus, tetapi dari sisi kecerdasan emosi (EQ), mereka masih harus banyak belajar.


Tantangan Para Leader
Untuk menjadi pemimpin yang tinggi EQ-nya sebenarnya bukanlah hal yang sepele, tetapi bukan juga bukannya tidak mungkin. Banyak pemimpin menyepelekan EQ, karena dianggap terlalu soft (ringan) dan dengan mudah bisa dipelajari. Mereka salah! Dan dampaknya, banyak pemimpin yang kurang mengembangkan sisi EQ-nya. Tatkala posisi mereka semakin bergerak kepuncak organisasi, tuntutan akan kemampuan EQ-pun semakin kritikal. Nah, disinilah banyak diantara mereka yang mengalami stagnasi dalam karirnya, gara-gara kemampuan EQ-nya jeblok.

Saya pribadi jadi teringat dengan buku karya John D. Mayer dan Peter Salovey terbitan tahun 1997 yang berjudul “Emotional Development dan Emotional Intelligence”. Buku ini terbit lantar terinspirasi melihat adanya gap yang cukup lebar antara pentingnya emosi dalam kehidupan (harapan) para pemimpin dibandingkan dengan tingkat pemahaman pemimpin akan emosi orang lain yang cenderung di bawah yang rata – rata (kenyataan).

Dari buku tersebut, saya diinspirasikan beberapa tips bagaimana cara untuk menjadi pemimpin yang cerdas secara emosional. Inilah yang seringkali kita sebut sebagai Emotional Blueprint. Apakah itu? Ini empat tips Emotional Blueprint yang bisa menjadikan Anda sebagai Emotionally Intelligent Leader!

Empat Emotional Blueprint
Pertama, membaca serta mengidentifikasi emosi orang lain. Ketika pertama kali bertemu seseorang, apakah Anda bisa menerka dengan pas apa yang dirasakan orang tersebut? Apakah Anda bisa membaca suasana hati mereka? Inilah hal pertama yang perlu dimiliki jika Anda saat ini adalah seorang leader yakni kemampuan mengidentifikasi secara akurat emosi orang lain serta bagaimana bersikap terhadap emosi tersebut.

Kelemahan banyak leader, umumnya terletak pada ketidakpekaan mereka terhadap apa yang sedang dirasakan oleh orang lain. Masalahnya, banyak leader merasa bahwa mereka berada dalam posisi 'dipahami' bukan untuk 'memahami'. Ini sama halnya dengan kasus Marie Antoinette, istri raja Louis XVI yang akhirnya diganjar dengan hukuman pemenggallan kepala dengan pisau guilottine. Konon, katanya rakyat bisa saja menyelamatkan dirinya, tetapi rakyat sudah terlanjur kecewa lantaran tidak pernah 'didengarkan'. Dan kisah Maria Marie Antoinette, seringkali dijadikan sebagai simbol pemimpin yang tidak peka terhadap perasaan orang yang dipimpinnya.

Yang jelas, dengan kemampuan kepekaan yang tinggi terhada perasaan orang lain, maka kita bisa bertindak dengan tepat terhadap orang tersebut. Inilah langkah paling pertama dan paling fundamental.

Langkah kedua, yakni menggunakan kekuatan emosi. Inilah kemampuan kedua yang perlu dimiliki seorang leader yang cerdas emosinya, yakni kemampuan memilih serta memutuskan emosi apakah yang tepat untuk membantunya mencapai sasarannya. Disini, para pemimpin mestinya sadar bahwa, penyebab mengapa seseorang tidak perform dalam pekerjaannya, banyak disebebkan karena penggunaan emosi yang salah atau tidak pada tempatnya.

Contohnya untuk menciptakan suasana kerja yang baik, tentunya harus melibatkan unsur emosi yang fun serta menyenangkan dan penuh dengan antusias. Apa jadinya jika emosi yang dilibatkan adalah emosi sedih, tidak mood. Tentunya akan counter produktif, kan? Makanya, seorang leader ber-EQ tinggi, mengerti bagaimana menciptakan suasana emosi yang pas untuk menunjang pekerjaan timnya. Lihatlah kisah Napoleon Bonaparte yang konon begitu mampu menciptakan emosi yang luar biasa pada prajuritnya, sehingga dikatakan kehadiran dirinya saja setara sudah dengan 1000 tentara! Nah, pertanyaannya, bagaimana dengan emosi yang tercipta dari kehadiran Anda di tim Anda?

Ketiga, belajar memahami emosi terselubung. Emosi memiliki bahasa tersendiri. Kemampuan untuk memahami emosi berarti Anda dapat merasakan serta memahami emosi orang lain, sehingga Anda dapat berespon dengan cara yang efektif. Namun seringkali saya dibanjiri pertanyaan, "Kalau mereka tidak bilang, bagaimana saya bisa tahu?". Nah, justru disitulah tantangannya. Salah satu tantangan sebagai seorang leader adalah dapat memahami emosi – emosi yang tidak terkatakan bahkan tidak terungkapkan, khususnya oleh tim yang Anda pimpin. Saat Anda mahir dengan kemampuan ini, produktifitas kerja dengan tim akan dapat dilipatgandakan. Pertanyaannya apakah kita bisa peka untuk memahami emosi terselubung dari orang lain? Bagaimana caranya? Secara spesifik biasanya saya kupas tuntas di dalam program Kecerdasan Emosional selama 3 hari, yang kami adakan juga di bulan ini.

Keempat, kelola emosi pribadi. Perlu dipahami, emosi sendiri mengandung informasi yang penting. Sebagai seorang leader sangatlah berharga untuk selalu peka terhadap emosinya sendiri. Apa yang sedang disampaikan oleh bawah sadar Anda kepada diri Anda melalui emosi yang Anda rasakan? Selanjutnya, seorang pemimpin bisa menggunakan informasi dari meosinya sendiri untuk menuntunnya dalam proses pengambilan keputusan. Sudah berulang kali, saya mendengar kisah dari pemimpin yang terlepas dari pengambilan keputusan bisnis yang fatal lantaran mendengarkan emosinya yang merasa 'kurang sreg'.

Intinya, mulai sekarang, untuk menjadi leader yang tinggi EQ-nya, Anda harus mulai belajar kelola emosi diri sendiri maupun emosi orang lain. Untuk itu, renungkanlah dan ukurlah keempat Emotional Blueprint ini dalam hidup Anda. Selamat menjadi Emotionally Intelligent Leader!

Minggu, 16 Oktober 2011

ingat bebek :D


Ingat bebek? Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka.

Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.” Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.”

Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.” Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di’jendela’. Dan Dia melihat segalanya.

Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu.”

Masalah adalah Tantangan !

Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkinakan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku!
Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti
pada langkah pertama!

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum
pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu.

Berusahalah terus !

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah,
belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang
yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara
momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi
karya besar.

Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati.
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda
perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di
atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan
orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun
rela berkorban untuk keberhasilan anda.

Seorang bijak berujar. ”Bila busur anda patah dan anak panah
penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh
hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.
Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai
anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala
semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis
daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.

Sabtu, 15 Oktober 2011

berani pangkal sukses ! :)

Apa sih kunci untuk mencapai sukses dan kemajuan dalam karir? 

Jawabannya banyak sekali dan cukup beragam. Dan jawaban ini pun sudah seringkali di bahas dalam buku-buku dan forum disksusi tentang karir. Mungkin anda sendiri sampai bingung untuk mempraktekkannya. Tapi sekarang nggak perlu bingung, karena ada satu kata kunci untuk sukses, yaitu 'berani'. Dengan sejumlah keberanian, karir anda dapat melesat. Tapi, keberanian ini tentu saja bukan asal berani. Yang jelas, untuk maju anda perlu memiliki keberanian yang positif. Lalu keberanian macam apa yang harus dimiliki untuk sukses dalam karir? Jawabannya ada di bawah ini:

Berani menanggung risiko 
Semua pekerjaan mengandung resiko, apapun jenis pekerjaan anda. Lelah dan kekurangan waktu bersama keluarga merupakan resiko klasik yang kerap terdengar. Selebihnya masih banyak resiko yang akan anda tanggung sehubungan dengan pekerjaan anda, tergantung ringan atau beratnya pekerjaan anda. Tentu saja, sejak awal anda harus menyadari resiko yang akan anda hadapi sebagai konsekuensi pekerjaan. Dan jika ingin maju, jangan menghindari resiko. Misalnya jika anda gagal memenuhi target tahun ini, jangan frustasi. Pikirkan cara terbaik untuk mengatasi kegagalan itu.

Berani bertanggung jawab
Anda mutlak memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan. Jika anda melakukan kesalahan, beranilah bertanggung jawab untuk membenahinya. Dan, jika memang anda salah, jangan mengambinghitamkan orang lain atau rekan kerja anda. Selain terkesan pengecut, juga menunjukkan bahwa anda tidak profesional dalam bekerja.

Berani mengungkapkan ide

Jika tidak berani mengemukakan ide dan gagasan, bisa-bisa karier anda mandek. Atasan membutuhkan ide dan gagasan cerdas. Maka, tuangkanlah ide itu dalam pekerjaan anda. Kemudian jangan ragu ungkapkan ide-ide anda baik di dalam rapat maupun langsung pada bos. Kalau anda selalu ragu dan takut, ide anda bisa disabotase orang loh.

Berani bersikap profesional 

Sikap profesional harus anda tumbuhkan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan cekatan, atau tidak menunda-nunda pekerjaan yang diberikan atasan serta memenuhi deadline. Setelah itu, kedepankan inovasi anda. Beranilah melakukan pembenahan dan pembaruan terhadap pekerjaan anda. Sehingga anda mampu menjadi seorang profesional.

Berani bersikap obyektif 
Obyektivitas akan membuat anda lebih jernih dalam menilai sesuatu. Misalnya, bila ada percekcokan dengan rekan kerja, kita perlu melihat secara obyektif penyebab percekcokan. Apakah karena salah paham biasa atau karena beda pendapat mengenai suatu ide atau gagasan. Yang penting, jangan bawa-bawa masalah pribadi di tempat kerja. Sebab, perusahaan anda tentu mengutamakan profesionalisme.
Dengan demikian, anda dituntut untuk berani memilah-milah mana masalah pribadi dan mana yang urusan pekerjaan.


Berani bersikap tegas 
Jangan takut untuk bersikap tegas, termasuk di kantor. Jika anda berbeda pendapat dengan rekan kerja, kemukakan perbedaan itu dengan dilandasi argumen yang kuat. Jika anda diberi tugas oleh koordinator atau supervisor tapi tidak sesuai dengan aturan main yang sudah disepakati bersama melalui suatu rapat, jangan ragu-ragu untuk menolaknya. Asal tidak keluar dari jalur yang ditetapkan bersama, anda tidak perlu takut bersikap tegas. Tanpa memiliki ketegasan, anda hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain, termasuk atasan Anda. Jadi, jangan ragu-ragu bersikap tegas.

Berani menerima kritik 
Jika tidak memiliki jiwa besar menerima kekurangan, anda akan alergi terhadap kritik. Untuk itu, berlatihlah menerima kekurangan yang ada, meski itu pahit. Dan di tempat kerja, kekurangan kita mengerjakan suatu tugas biasanya diperbaiki dengan mekanisme pemberian kritik. Anda harus berani menerima kritik. Karena lewat kritik anda dapat memperbaiki diri. Anggaplah kritik sebagai cambuk bagi anda. Rasanya mungkin sakit, tapi dampaknya bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri anda.
Nah apakah anda sudah memiliki keberanian tersebut? Kalau belum, segera tumbuhkan keberanian anda dari sekarang. Dan jika anda mempraktekkan keberanian itu, jalan anda menuju sukses pun semakin mudah.

Setiap INSAN itu pasti SPESIAL

Alkisah, disebuah kelas sekolah dasar, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, “Setiap insan adalah spesial”. Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. “Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah “Aku adalah spesial”. Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian”.
Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan “Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan…….”.
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. “Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya”.
Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,”Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak”. Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. “Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah.

Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu”. Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. “Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah”. Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Pembaca yang luar biasa,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tuhan Berbicara.

Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.
Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.
MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.
Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.
Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.
Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah….
Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita

Don't !


* Don’t undermine your worth by comparing yourself with others. It is because we are different that each of us is special.
* Don’t set your goals by what other people deem important. Only you know what is best for you.
* Don’t take for granted the things closest to your heart. Cling to them as you would your life, for without them, life is meaningless.
* Don’t let your life slip through your fingers by living in the past or for the future. By living your life one day at a time, you live ALL the days of your life.
* Don’t give up when you still have something to give. Nothing is really over until the moment you stop trying.
* Don’t be afraid to admit that you are less than perfect. It is this fragile thread that binds us each together.
* Don’t be afraid to encounter risks. It is by taking chances that we learn how to be brave.
* Don’t shut love out of your life by saying it’s impossible to find. The quickest way to receive love is to give; the fastest way to lose love is to hold it too tightly; and the best way to keep love is to give it wings.
* Don’t run through life so fast that you forget not only where you’ve been, but also where you are going.
* Don’t forget that a person’s greatest emotional need is to feel appreciated.
* Don’t be afraid to learn. Knowledge is weightless, a treasure you can always carry easily.
* Don’t use time or words carelessly. Neither can be retrieved. Life is not a race, but a journey to be savored each step of the way.

Jumat, 30 September 2011

Rainbow :)

Gara-gara akhir-akhir ini hujan terus aku jadinya posting seputaran yang ada di hujan juga, hahaha. yaitu, Rainbow = Pelangi.

1. Pelangi didefinisikan sebagai barisan warna yang terbentuk karena pantulan dan pembiasan dari sinar matahari di dalam air hujan.

2. Kita dapat melihat pelangi karena cahaya dibiaskan ketika dari medium udara melewati medium air hujan. Warna cahaya matahari yang digabungkan adalah putih, tetapi ketika dibiaskan akan menjadi berbagai warna.

3. Bila anda melihat pelangi, dapat dipastikan kemungkinan besar saat itu hujan, lalu matahari berada di belakang anda dan hujan di depan sehingga pusat busur pelangi berada tepat di seberang/berlawanan dengan matahari.

4. MeJiKuHiBiNiU
adalah akronim yang biasa dipakai orang Indonesia untuk menghafal warna pada pelangi. Sedangkan orang barat menggunakan akronim  
Roy. G. Biv 
Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Violet.

5. Sebenarnya warna pelangi bukanlah 7 itu saja, melainkan seluruh warna yang ada di dunia. Tetapi mata kita tak sanggup membedakannya.

6. Sudut pembiasan cahaya untuk menciptakan pelangi adalah sekitar 42 derajat ke mata pengamat.

7. Pernakah anda mendengar cerita apabila seseorang mencapai ujung pelangi yang menempel di tanah maka akan menemukan sekotak emas disana?

8. Ayolah, lupakan saja dongeng kanak-kanak itu, karena berdasarkan fakta nomor 7, pelangi seakan-akan bergerak menjauh sesuai jarak kita apabila kita bergerak ke arah pelangi tadi.

9. Sebetulnya setiap orang melihat pelangi secara persepsi mereka sendiri. Jadi, ketika anda melihat pelangi, orang di sebelah anda akan melihat pelangi dari pantulan cahaya air hujan yang berbeda. Selain itu warna pelangi bisa berbeda-beda setiap orang tergantung bagaimana mata mereka menafsirkannya.

10. Pelangi sangatlah baik bila dipandang dari ilmu Feng Shui. Pelangi memiliki energi positif yang dapat menenangkan pikiran serta mempunyai daya penyehatan.


Aku rasa hal itu memang benar adanya. Dengan melihat pelangi pikiran kita akan menjadi lebih rileks. Coba buka google dan masukkan kata kunci "pelangi" lihatlah gambar pelangi-pelangi yang muncul. Aku yakin pikiran kalian akan tenang sesaat mengagumi indahnya pelangi tersebut.

Nah itulah kesepuluh 
fakta unik tentang pelangi. Semoga dengan membaca tulisan ini kalian semua bisa memperoleh pengetahuan lebih tentang pelangi.
nih, fotonya pelangi. haha :)


indah kan ? haha :)

Arti Warna Pada Bunga Mawar

Siapa yang tak kenal mawar? sepertinya semua orang mengenal bunga yang melambangkan cinta dan kasih sayang ini. Tapi, taukah jika setiap bunga mawar yang memiliki warna yang berbeda itu juga memiliki makna yang berbeda-beda pula tergantung warnanya?

jangan salah. Meskipun jarang kita perhatikan, tapi nyatanya tiap warna yang berbeda dari bunga mawar ini juga melambangkan makna yang berbeda-beda ! nih, aku kasih deskripsi nya :

Mawar Merah
Pada umumnya warna merah itu melambangkan keberanian. Akan tetapi, warna merah pada bunga mawar itu melambangkan perasaan cinta dan sayang yang teramat tinggi di antara pria dan wanita.

Mawar Pink
Mawar warna pink juga melambangkan perasaan suka kepada seseorang. Jika kita menyukai seseorang, tidak ada salahnya jika memberikan mawar warna pink kepadanya. Selain itu, makna lain dari warna mawar ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih.

Mawar PutihPutih itu melambangkan kesucian dan ketulusan. Biasanya mawar putih dikirimkan kepada sahabat atau orang lain untuk menggambarkan ketulusan perasaan kita kepadanya.

Mawar Kuning

Mawar kuning ini mengartikan ungkapan perkenalan. Jadi, mawar kuning sangat cocok digunakan sebagai tanda perkenalan awal kita kepada seseorang. Akan tetapi, terkadang ada juga yang menafsirkan warna kuning ini sebagai perasaan cemburu dan benci. Jadi, hati-hati dalam menggunakannya.
Mawar kuning juga bisa mengartikan fleksibilitas dan kebebasan.

Mawar Hitam

Semua orang juga tau jika mawar hitam ini adalah simbol kebencian. Punya orang yang dibenci? Kirimkan saja mawar hitam kepadanya untuk mengekspresikan perasaan benci kita kepadanya.



nah, itu dari sebagian deskripsinya.
Bunga mawar itu pada dasarnya adalah ungkapan perasaan cinta dan sayang kita kepada seseorang. Akan tetapi, jangan sampai kita salah mengekspresikan perasaan kita karena salah mengirimkan warna bunga mawar kepada orang lain.

Jiwa di Balik Setangkai Bunga

Lihatlah bunga-bunga yang bermekaran itu, warnanya indah, kuning, merah, ungu dengan daun hijau yang menopang. Di belakangnya layar lebar langit biru di gelar luas menjadi background seolah semua bunga dan daun itu menempel di atas warna birunya. Sebuah pemandangan yang sangat indah dan sempurna.


Saat menarik dan menghembuskan nafas, apa yang Anda rasakan? Perasaan senang, bahagia, rasa syukur atau biasa saja, tak merasakan apa-apa? Coba pejamkan mata Anda saat ini, tarik nafas perlahan dan hembuskan. Rasakan benar-benar setiap nafas yang masuk dan keluar dari paru-paru melalui saluran tenggorokan dan hidung serta mulut. Terasa ada yang berbeda bukan?


Setiap hal kecil yang Anda alami setiap hari bisa saja selama ini Anda anggap sebagai hal yang biasa. Namun jika Anda mau mencermatinya, setiap hal kecil itu adalah kepingan yang menyusun kebahagiaan di dalam hidup Anda.


Kesibukan dan masalah yang muncul setiap hari bisa saja membuat Anda merasa hidup ini tak berarti dan membosankan. Ada sebuah sisi yang terlewatkan dari pandangan Anda, di mana hidup ini merupakan suatu hal yang menarik.


Setangkai bunga yang mekar di tepi jalan mungkin luput dari pandangan Anda. Hentikan langkah Anda, lihat sekali lagi, ah ternyata setangkai bunga itu ternyata sangat indah. Mulai lagi dari hal kecil lain yang biasanya selalu terlewatkan dari pandangan Anda, bisa Anda lihat kan ternyata banyak hal yang sangat indah di sekitar Anda.


Saat Anda bisa melihat segala hal dari sisi lain, hal-hal kecil khususnya, di situlah hidup ini terasa begitu indah dan menarik. Banyak orang merasa kehilangan jiwa, dan seumur hidup berusaha mencari jiwa itu. Sahabat yang saat ini sedang mencari jiwa, Anda sudah menemukannya! Di balik mekarnya bunga, gemercik air, rumput yang bergoyang tertiup angin, hangatnya sinar matahari, senyum ramah dari seorang penjual nasi. Ketika hidup ini terasa indah dan menarik. Berbahagialah! Anda telah menemukan jiwa Anda.